SURGA
TERSEMBUNYI DI SUDUT KOTA
“NIAGARA”
ALA LUMAJANG
Sungguh menyesal jika
negara sekaya Indonesia tidak tahu akan potensikeindahan alamnya. Menikmati
indahnya nusantara memang tidak akan pernah ada habisnya. Beberapa orang yang
tinggal di pedesaan mungkin masih bias menikmati sejuknya menghirup udara segar
dan pemandangan kehijauan. Namun, bagaimana dengan orang kota? Bagi mereka
suasana macet dan polusi udara sudah menjadi makanan sehari-hari. Orang kota
membutuhkan suasana baru. Suasana yang tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya.
Indonesia memang kaya, tetapi apakah masyarakat tahu dibalik besarnya nusantara
ini tersimpan sebuah “surga” yang tersembunyi? Tumpak Sewu akan menjawabnya.
Siapa sih Tumpak Sewu itu? Mengapa ia dikatakan bisa menciptakan suasana baru?
Berikut kita akan menjawabnya.
Jika
di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada terdapat sebuah air terjun raksasa
bernama Niagara, sebenarnya Indonesia juga memilikinya loh. Ya, tepatnya di
perbatasan Kecamatan Pronojiwo, Lumajang dan Kecamatan Ampel Gaging, Malang,
Jawa Timur. Air Terjun ini bernama Air terjun Tumpak Sewu. Masyarakat sekitar
menyebutnya Coban Sewu. Disebut Tumpak Sewu karena air terjun ini mempunyai
seribu aliran air yang dalam bahasa Jawa disebut sewu.
Cukup
dengan Rp.10.000,00 wisatawan dapat
menikmati pemandangan air terjun ini. Akses menuju lokasi terbilang cukup
mudah. Dapat ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Malang atau
Lumajang. Kemudian masuk gang sekitar 100 meter dari jalan utama. Jangan
khawatir takut tersesat karena terdapat palang besar untuk masuk ke gang
kemudian lokasi parkir motor dan jalan kaki sedikit menuju view point yang ada.
Sejumlah
pemandangan ditawarkan di wisata ini. Kita akan terkesima melihat ciptaan Tuhan
nan indah ini. Kita dapat melihat seribu aliran air dengan ketinggian sekitar
120 meter. Ada dua titik menarik di lokasi ini. Yang pertama adalah pos
panorama, dimana kita dapat menikmati keindahan air terjun dari ketinggian. Pos
ini berjak 400 meter dari lahan parkir. Dan yang kedua adalah pos lembah air
terjun, dimana perlu usaha ekstra yaitu trekking di jalur yang terjal. Kita
tidak perlu cemas karena akan dibantu oleh seorang pemandu melewati
tebing-tebing yang mengapit dan menyeberangi aliran sungai. Untuk menuju ke pos
ini wisatawan perlu berjalan sekitar 400 meter dari pos panorama. Untuk ke
lembah air terjun dibatasi hingga pukul 15.00 WIB.
Setelah
mengunjungi tempat wisata, tak enak rasanya jika kita tidak membeli oleh-oleh
untuk sanak saudara atau teman dekat. Disini juga terdapat beberapa pedangan
yang menjual beberapa cindera mata seperti kaos dll. Wisata ini tergolong masih
jarang diketahui oleh banyak orang. Oleh karena itu, kita harus terus menjaga
dan melestarikannya. Nah untuk yang penasaran, silahkan langsung datang ke
lokasi air terjun ini.

